Semangat KKN UNIDA Gontor Dalam Pembersihan Masjid Desa Ngilo-ilo

  • Feb 13, 2026
  • Silky nafisa

Suasana Masjid Besar Desa Ngilo-Ilo tampak berbeda pada Jumat pagi, 13 Februari 2025. Sejak matahari belum sepenuhnya meninggi, halaman masjid telah dipenuhi aktivitas para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Darussalam Gontor. Dengan membawa sapu, pel, dan perlengkapan kebersihan lainnya, mereka bersiap melaksanakan kerja bakti sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah.

Seluruh peserta KKN Kelompok 23 terlihat kompak dan antusias sejak awal kegiatan. Tanpa banyak instruksi, mereka langsung membagi tugas: sebagian membersihkan halaman masjid, sebagian lagi menyapu dan mengepel ruang utama, merapikan karpet salat, hingga membersihkan area tempat wudu. Kekompakan ini mencerminkan kerja sama yang solid serta semangat kebersamaan yang terbangun dengan baik.

Kerja bakti tersebut tidak hanya berfokus pada aspek kebersihan fisik masjid, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang hangat. Sejumlah warga desa turut bergabung, bekerja berdampingan dengan para mahasiswa sambil berbincang santai. Canda ringan dan obrolan sederhana mengalir alami, menciptakan suasana kekeluargaan yang akrab dan penuh kehangatan.

Masjid Besar Desa Ngilo-Ilo dipilih sebagai lokasi kegiatan karena perannya yang sangat sentral dalam kehidupan sosial dan keagamaan warga Desa Ngilo-Ilo. Selain menjadi tempat ibadah, masjid juga kerap digunakan sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat. Dengan kondisi masjid yang bersih, rapi, dan nyaman, diharapkan jamaah dapat beribadah dengan lebih khusyuk, terutama menjelang agenda keagamaan rutin setiap pekan.

Ketua Kelompok 23 KKN menyampaikan bahwa kegiatan kerja bakti ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang menekankan nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan pengamalan ilmu di tengah masyarakat. Menurutnya, pengabdian tidak selalu harus diwujudkan dalam program besar, tetapi juga bisa melalui tindakan sederhana yang berdampak langsung. "Kami berharap kehadiran KKN benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tuturnya.

Inisiatif tersebut mendapat sambutan positif dari warga desa. Mereka mengapresiasi semangat para mahasiswa yang tidak segan turun langsung membantu tanpa pamrih. Bagi masyarakat, keterlibatan mahasiswa dalam kerja bakti ini menjadi contoh nyata bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga kebersihan dan merawat fasilitas umum secara bersama-sama.

Setelah kegiatan selesai, Masjid Besar Desa Ngilo-Ilo tampak lebih bersih, rapi, dan tertata. Namun, yang lebih berharga dari hasil fisik tersebut adalah kebersamaan yang terjalin selama proses kerja bakti. Interaksi sederhana melalui sapu, pel, dan obrolan ringan telah melahirkan silaturahmi baru yang meninggalkan kesan mendalam bagi mahasiswa maupun warga.

Melalui kegiatan kerja bakti ini, KKN UNIDA Gontor Kelompok 23 kembali menegaskan bahwa esensi pengabdian masyarakat terletak pada keikhlasan dan kepedulian. Dari langkah kecil membersihkan masjid, tumbuh nilai-nilai kebersamaan, rasa memiliki, dan semangat membangun desa secara kolektif. Sebuah pengabdian sederhana yang sarat makna.